Laman

Kamis, 17 Mei 2012

Peran Seorang Ahli Gizi

Tulisan ini saya tujukan buat keluarga besar jurusan Gizi Manado khususnya para dosen yang mungkin kecewa terhadap penampilan saya saat pemilihan duta poltekkes sebagai utusan dari jurusan gizi,,hehehe... maaf ya ibu dan bpk dosen,,:( 

Karena itu saya terus mencari jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan saat pemilihan itu, khususnya pertanyaan dari bpk. Direktur yang menanyakan "bagaimana pendapat anda terhadap penilaian orang - orang bahwa jurusan gizi itu adalah jurusan masak-memasak?"


Saya rasa berikut ini adalah jawaban yang tepat.....!
Memang kesan pertama yang muncul ketika mendengar profesi Gizi adalah berkaitan dengan makanan. pernyataan itu tidak salah, hanya saja profesi sebagai ahli gizi tidak melulu hanya mengurusi makanan, diet dan penyakit.
Secara umum, paling tidak seorang ahli gizi memiliki 3 peran, yakni sebagai dietisien, sebagai konselor gizi, dan sebagai penyuluh gizi. Kita bahas satu-satu ya...:)

Dietisien adalah seseorang yang memiliki pendidikan gizi, khususnya dietetik, yang bekerja untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi dalam pemberian makan kepada individu atau kelompok, merencanakan menu, dan diet khusus, serta mengawasi penyelenggaraan dan penyajian makanan (Kamus Gizi, 2010).
Sedangkan seorang konselor gizi adalah ahli gizi yang bekerja untuk membantu orang lain (klien) mengenali, mengatasi masalah gizi yang dihadapi, dan mendorong klien untuk mencari dan memilih cara pemecahan masalah gizi secara mudah sehingga dapat dilaksanakan oleh klien secara efektif dan efisien. Konseling biasanya dilakukan lebih privat, berupa komunikasi dua arah antara konselor dan klien yang bertujuan untuk memberikan terapi diet yang sesuai dengan kondisi pasien dalam upaya perubahan sikap dan perilaku terhadap makanan (Magdalena, 2010).
Kemudian peran ahli gizi yang satu lagi ialah sebagai penyuluh gizi. Yakni seseorang yang memberikan penyuluhan gizi yang merupakan suatu upaya menjelaskan, menggunakan, memilih, dan mengolah bahan makanan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku perorangan atau masyarakat dalam mengonsumsi makanan sehingga meningkatkan kesehatan dan gizinya (Kamus Gizi, 2010). 

Walaupun kesannya sudah terlambat niih,, setidaknya saya terdorong untuk lebih memahami peran seorang ahli gizi,,, jadi tak ada kata menyesal untuk 2 tahun yang sudah saya lewati bersama teman-teman di jurusan gizi ini. Suka duka yang kita lewati pasti semua akan berakhir indah... Cemungutt teman-teman.... Tinggal setaon lagi,,, Ada tugas besar yang menanti kita di luar sana...

ohh,,, ada satu lagi,,, orang yang sakit bisa berobat ke dokter,,, tapi bagi yang tak ingin sakit,, datanglah ke ahli gizi dan temukan pencegahannya melalui makanan... istilahnya sedia payung sebelum hujan kan???

1 komentar:

  1. nice post.
    be a supergirl with ur experience..

    cemunguuuudd eea... ^^


    sori msih pake anonim buat komennya..

    BalasHapus

Berikan komentarmu kritik atau saran tapi yang membangun ya,,,^^